ISTRIKU, AKUNTANKU..

Family

Berhubung orang akuntansi dan bekerja di bidang keuangan plus istri yang memegang keuangan rumah tangga juga, pas baca artikel ini jadi kepengen share.

Menjadi ahli keuangan dalam rumah tangga memang tidak dapat dipungkiri oleh para istri. Ia harus cerdas dalam pengaturan keluar-masuknya dana yang tersedia. Lalu, bagaimana agar bijaksana dalam mengaturnya? Berikut beberapa caranya.

  1. Hemat dan Cermat. Konsep hemat dan cermat di sini lebih kepada membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan, serta cermat mempertimbangkan barang-barang yang tepat guna dan tahan lama. Gunakan pasokan daya seperti listrik dan air secara bijaksana dan seperlunya. Selain itu, kita sebagai Menteri Keuangan harus selalu disiplin dalam mencatat masuk dan keluarnya dana yang terjadi.
  2. Bicarakan dengan Suami. Segala hal akan lebih indah bila didasari dengan keterbukaan. Semua hal yang dibicarakan bersama akan lebih ringan dan dapat dicari solusinya bila ada hambatan.
  3. Manfaatkan Lahan Kosong dan Jika Memungkinkan Pelihara Ternak. Perhatikan lahan kosong yang tersedia. Tidak perlu berbanyak-banyak tanaman hias yang mahal-mahal, lebih baik ditanamai aneka ragam bumbu masak dan sayur mayur seperti lombok, tomat, belimbing wuluh, jeruk nipis/pecel, dan daun pandan. Kita bisa sedikit menghemat pengeluaran bumbu dapur yang bisa kita tanam sendiri. Makanan atau sayuran sisa yang tidak habis dimakan akan lebih bermanfaat jika tidak dibuang begitu saja. Kehadiran hewan ternak seperti ayam akan sangat membantu dan tanpa terasa sisa-sisa makanan tersebut berubah menjadi daging yang lezat.
  4. Jangan Sepelekan Uang Receh. Bila ada uang receh sisa kembalian saat membeli sesuatu, segera masukkan ke dalam celengan. Dengan tidak menyepelekan uang receh, kita belajar untuk menghargai setiap lini kecil dalam kehidupan ini.
  5. Sisihkan untuk Tabungan dan Zakat, serta Alokasikan Dana Berlebih Menjadi Investasi. Konsep berhemat juga diterapkan di sini. Kita tidak serta-merta melihat dana yang akan terpakai hari ini saja tapi juga untuk masa depan yang sulit sekali terprediksi.
  6. Sedekah dan Bersyukur. Melalui konsep sedekah, kita membantu orang lain yang kekurangan. Dengan bersedekah berarti memperpanjang amal jariyah yang menjadi tabungan kita di akhirat nanti. Dengan berbagi, sering kali rasa syukur kita juga bertambah, bersyukur atas segala nikmat Allah yang telah kita peroleh. Sehingga tanpa kita sadari, dengan bersyukur Allah akan menambahkan nikmat untuk kita semua.

Sumber: majalahembun.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s