Pilar-Pilar Rumah Tangga


Pembahasan mengenai rumah tangga tak akan pernah habis dibicarakan. Topik ini selalu menarik untuk dibahas, karena pembelajarannya akan terus berlangsung selama rumah tangga terbina.
Memiliki rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah adalah impian setiap pasangan. Namun pada perjalanannya menuju rumah tangga impian, akan ada banyak rintangan yang harus dihadapi, baik berupa kerikil, hujan atau bahkan badai sekalipun.
Berdasarkan perenungan beberapa hari kemarin , menurutku ada beberapa pilar yang harus dimiliki suatu rumah tangga agar bangunannya senantiasa kokoh.

1. Komunikasi

Ada cerita menarik mengenai hal ini.
‘Suatu hari sepasang suami istri mengalami pertengkaran, keduanya memutuskan untuk saling mendiamkan satu dan yang lainnya. Sang suami besok pagi harus pergi ke bandara. Ia memiliki kebiasaan susah bangun dan sang istrilah yang senantiasa membangunkan. Karena sedang salam kondisi perang dingin dengan sang istri, sang suami menyimpan sebuah catatan disamping tempat tidur sang istri yang isinya bertuliskan “tolong bangunkan saya jam 6 pagi”. Sang suami sangat kaget, ketika melihat jam dingding menunjukkan pukul 8 pagi dan ia lebih terkejut lagi melihat tulisan catatan disamping tempat tidurnya “bangun..sudah jam 6 pagi” (gubrak!!!  )
Well..dari cerita tersebut dapat diambil hikmahnya bukan, bahwa dalam kondisi apapun komunikasi harus senantiasa terjalin. Pasangan yang marah pun dengan komunikasi yang baik akan mereda marahnya bahkan bisa jadi tersenyum kembali.

2. Kepercayaan

Kepercayaan adalah dasar dari rumah tangga. Kepercayaan akan melapangkan dan menentramkan hati. Suami istri yang saling percaya akan senantiasa mengedepankan khusnudzon (prasangka baik). Sedangkan kecurigaan akan menyempitkan hati dengan pikiran-pikiran yang belum tentu kebenarannya dan membuat gelisah jiwa dengan hal yang belum tentu terjadi. Dimana pun dan apapun aktivitas suami/istri yang saling mempercayai akan mendapatkan ketenangan hati dibanding yang senantiasa menyimpan curiga.

3. Kelapangan hati

Rumah tangga yang harmonis bukanlah rumah tangga yang bebas dari perselisihan dan pertengkaran. Namun bagaimana pasangan suami istri memanajemen segala konflik yang ada. Dalam kehidupan berumah tangga, akan ada kerikil, hujan atau badai yang akan menguji kekokohan rumah tangga, sehingga dibutuhkan kelapangan hati suami/istri untuk dapat mengharmoniskan kembali rumah tangga.
Tidak ada suami/istri yang sempurna di dunia ini, “no body’s perpect right?”, Ketika terjadi perselisihan antara suami istri yang dibutuhkan adalah kelapangan hati untuk memaafkan. Kelapangan hati untuk tetap melayani dan mencintai meski saat hati menyimpan rasa jengkel, kesal ataupun marah.

4. Kasih sayang

Salah satu tujuan membina rumah tangga adalah untuk dapat saling memberi rasa kasih sayang diantara pasangan. Berbagi kasih sayang disaat senang, sedih, marah dan dalam semua kondisi yang ada.
Kasih sayang ketika sang suami menggoda sang istri yang sedang marah karena pertengkaran sehingga dapat tersenyum kembali, kasih sayang untuk memaafkan bahkan meminta maaf terlebih dahulu meski tak bersalah, kasih sayang untuk memberikan rasa aman, rasa nyaman dan cinta yang tulus bagi pasangannya.

5. Keimanan

Salah satu tangga yang melesatkan karir syaitan adalah memisahkan pasangan suami istri. Sehingga setiap ada permasalahan/pertengkaran dalam rumah tangga, syaitan akan senantiasa menghembuskan bisikan-bisikan yang memisahkan pasangan. Pasangan akan semakin terkukung dengan amarahnya sehingga akhirnya membuat rasa kasih sayang perlahan pudar karena tidak ada kelapangan hati untuk memaafkan, tidak ada keterbukaan dalam komunikasi dan rasa percaya lagi.
Keimanan akan membuat kita senantiasa meluruskan niatan dalam membangun rumah tangga. Dengan keimanan, suami akan semakin romantis pada istrinya, Istri akan semakin taat pada suaminya dan kasih sayang akan senantiasa tumbuh berkembang diantara keduanya.
Setiap permasalahan dihadapi dengan bijak, dengan komunikasi yang baik, saling berprasangka baik dan kelapangan hati untuk senantiasa memaafkan.

6. Belajar dan belajar

Berrumah tangga adalah pembelajaran yang tiada henti. Setiap kejadian duka atau cita adalah pelajaran yang akan membuat kita senantiasa menjadi lebih baik lagi dalam membina rumah tangga impian kita yaitu rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.
Setiap detik dalam berumah tangga adalah pembelajaran. Bagaimana kita belajar untuk dapat membahagiakan pasangan, belajar dari kesukaannya, ketidak sukaannnya, kemarahannya bahkan kesedihannya.
Belajar agar dapat membuatnya tersenyum bahagia dan belajar untuk tidak mengulangi kemarahan atau kesedihannnya.

By: dian

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s